Award Berita Flash Nasional Politik

LAZNAS BMU Gelar Acara Pelatihan Pemulasaran Jenazah

PersNews, Hotel Sofyan, Sabtu (15/02) 13:30 AM,

Bank Syariah Mandiri (BSM) bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laznas BSM) meluncurkan Gelar Acara Pelatihan Pemulasaraan jenazah berlangsung di Hotel Sofyan, Sabtu (15/02). Puluhan peserta yang mengikuti pelatihan dari Badan Pemulasaraan Jenazah (Barzah) Laznas BSM terdiri dari beberapa Haji dan santri Jabodetabek.

Adapun Direktur Utama BSM Toni EB Subari, dan Uztadz Madroi.

Direktur Eksekutif LAZNAS BSM Umat, Rizqi Okto Priansyah menjelaskan, sebagai lembaga amil zakat nasional, LAZNAS berkomitmen untuk meningkatkan pengetahuan kaum dhuafa salah satunya melalui pelatihan pemulasaraan jenasag ini adalah pendidikan umum Agama Islam. Peranannya untuk memahami salah satu Fardu Kifayah yang sangat penting di tengah masyarakat.

“Dengan rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Pedoman Pelaksanaan Program PUSARA (Pemulasaran dan Pengantaran Jenazah) BSM Umat Tahun 2019 telah dapat dirampungkan. Panduan Inl dipergunakan sebagal acuan dasar sekallgus pegangan bagi team pelaksana dan mltra pelayanan mobil jenazah yang bekerjasama dengan BSM Umat, tidak terkecuali Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) atau mitra yang menjadi pelaksana sosial untuk pengadaan
pelayanan fasilitas mobil jenazah dan pemulasaraan jenazah.

Sebagai lembaga penyalur zakat, infak dan sedekah, BSM Umat didukung oleh Bank Syariah Mandiri, mengalokasikan sumberdayanya untuk dipergunakan sebanyak mungkin untuk kesejahteraan dan kemakmuran ummat. Oleh karenanya dalam pengelolaannya, PUSARA mengaplikasikan tata kelola wirausaha sosial yang menitikberatkan pada pelayanan untuk mustahik dan selanjutnya masyarakat umum termasuk stakeholder yang berada di lingkungan BSM Umat dan Bank Syariah Mandiri, Adapun sumber pendanaan program bersumber dari dana zakat dan infaq donatur yang akan dipergunakan untuk membiayai operasional dan segara kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan pengantaran dan pemulasaraan jenazah.

Kami berharap buku pedoman Pelaksanaan Program PUSARA ini, dapat menjadi kerangka acuan pengelolaan program yang dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab untuk memberikan jaminan kualitas ibadah keummatan yang dilakukan oleh seluruh umat muslim.

Semoga Allah Yang Maha Kuasa senantiasa membimbing kita semua.

Jakarta, 30 September 2019 Laznas BSM Umat, MM Rizqi Okto Priansyah Direktur Eksekutif.

Sejak dini ummat harus dapat memahami tata cara mengurus jenazah. Karena ilmu ini jarang sekali diajarkan di sekolah. Padahal masyarakat sangat membutuhkan,” ujarnya.

Senada dengan ini, pemateri dalam kegiatan tersebut Ustadz , dituturkan bahwa ilmu yang bermanfaat itu lebih utama. “Para ummat bukan hanya memiliki kemampuan berpikir. Tetapi harus diimbangi dengan seberapa besar dapat bermanfaat di tengah masyarakat,” tutur Ustadz, Koordinator Laznas BSM.

Islam menaruh perhatian penting pada hubungan manusia dengan manusia Iainnya terkait perawatan jenazah yang dimulai sejak menyiapkan. memandikan, mengkafani, menshalatkan, hingga menguburkan. Merawat Jenazah termasuk salah satu kewajiban umat Islam yang termasuk dalam fardhu kifayah, artinya kewajiban yang apabila sudah dikerjakan oleh sebagian umat Islam maka gugurlah kewajiban sebagian umat Islam Iainnya.

Rasulullah bersabda : ”Hak seorang Muslim atas Muslim Iainnya ada enam :

(1) Jika engkau bertemu dengannya, maka ucapkan salam, dan (2)]ika dia mengundangmu maka datangilah, (3) jika dia minta nasihat kepadamu berilah nasihat, (4) jika dia bersin dan mengucapkan hamda/Iah maka balaslah (dengan doa : Yarhamukallah), (5)jika dia sakit maka kunjungilah, dan (6) jika dia meninggal maka antarkanlah (jenazahnya ke kuburan).” [HR. Muslim]

Pada hakekatnya seseorang yang telah meninggal dunia seharusnya mendapatkan pelayanan dan diperlakukan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tuntunan Rasulullahégk Namun fenomena saat ini, masih banyak umat Islam yang belum mengetahui tata cara mengurus jenazah. Bagi masyarakat yang tidak mampu (miskin), proses transportasi, pemulasaraan dan penguburan kadang dianggap sebagai hal yang cukup menyulitkan dan memberatkan, karena berhubungan dengan biaya sewa transportasi yang tidak terjangkau disebabkan social cost yang tinggi dan juga biaya Iainnya untuk pemulasaraan jenazah. Dengan demikian dukungan sosial dalam kegiatan pemulasaraan dan pelayanan mobil untuk jenazah adalah suatu keniscayaan yang serta-merta harus diwujudkan.

Dengan program PUSARA (Pemulasaraan dan pengantaran Jenazah). BSM Umat ‘ngin Berkontribusl dalam mendukung kewaJlban soslal muslim tersebut. Karena proses pemandian bengkafanan, dan pengkuburan merupakan suatu hal yang harus di|aksanakan dan tidak dapat ditunda sekallpun menlmpa masyarakat dhuafa.

Tujuan 1. Membentuk kepedulian sesama muslim dalam menjalankan fardhu kifayah Untuk memulasarakan jenazah.

2. Memberikan bantuan dan dukungan terhadap masyarakat umum terutama fakir dan miskin dengan memberikan pelayanan jenazah secara Islam.

3. Meningkatkan kapasitas muslim dalam menjalankan fardhu kifayah pemulasaraan secara Islam di tengah budaya masyarakat.

Kriteria Sasaran Penerima Manfaat Program Kriteria sasaran penerima manfaat program sebagai berikut: 1. Asnaf Zakat (fakir, miskin, amil, hamba sahaya, gharimin, ibnu sabil, mua‘laf, flsabilillah),
2. Masyarakat umum.

Ruang Lingkup Pelayanan,
Pelayanan yang diberikan adalah : 1. Pemulasaraan (memandikan dan mengkafani). 2. Pelayanan mobil jenazah (pengantaran jenazah).
3. Pelatihan ”Daurah Janaiz”atau pemulasaraan jenazah bagi masyarakat umum.

Sumber Pendanaan

Program didanai dari sumber dana zakat, infak dan sedekah. Setiap melakukan pelayanan, PUSARA dapat melakukan penghimpunan dengan melakukan pengumpulan infak yang juga disalurkan melalui program yang ada di BSM Umat.

TATA KELOLA PROGRAM

A. Deskripsi Dalam implementasinya, BSM Umat mengelola PUSARA secara mandiri atau bekerjasama

dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) atau lembaga sosial yang telah menjadi penerima manfaat program dan memiliki armada jenazah yang bisa di mobilisasi. DKM atau lembaga

mitra yang bekerjasama dengan BSM Umat akan berkontribusi dalam beberapa (3..”

penting kegiatan yaitu koordinasi, penyediaan layanan, pemeliharaan armau/

penghimpunan dana dan juga sosialisasi program.

Pelayanan PUSARA BSM Umat mencakup layanan sebagai berikut:

1. Pelayanan Mobil Jenazah Pelayanan mobil jenazah 24 jam dengan prioritas layanan untuk keluarga dhuafa Jabodetabek.

2. Pemulasaraan Jenazah Layanan pemulasaranjenazah BSM Umat antara Iain : (a) pemandian dan (b) pemulasaraan.

Pemulasaraan sejak proses pemandian dan pengkafanan diutamakan melibatkan keluarga dan masyarakat Iokal, sementara proses penguburan tidak menjadi program PUSARA, namum masyarakat umum terutama keluarga termasuk pemangku kebijakan di tingkat lokal dapat dibantu oleh team PUSARA dalam mempersiapkan prosesi penguburan jika diperlukan.

3. Pelatihan Pemulasaraan Untuk Masyarakat Pelatihan dilaksanakan sesuai kebutuhan atau permintaan masyarakat dari instansi atau komunitas dengan perencanaan atau perjanjian atau permintaan khusus yang dikoordinasikan oleh penanggung jawab PUSARA.

Pelayanan PUSARA, selain dapat dilaksanakan oleh team internal PUSARA, juga dapat dilaksanakan oleh pihak eksternal yang terdiri dari mitra lembaga seperti Masjid atau lembaga yang khusus dan mitra individu yang bekerjasama dengan BSM Umat dan
memenuhi ketentuan yang tercantum dalam panduan ini.

B. Mitra Pelaksana PUSARA

Mitra pelaksana terdiri dari:
1. Mitra Lembaga; seperti masjid, mushola, komunitas atau unit usaha sosial termasuk juga lembaga bisnis.
2. Mitra Perorangan; adalah komunitas perorangan seperti petugas pemandian Jenazah tradisional, relawan umum, supir profesional, pemuka agama yang turut membantu proses pemulasaraan dan aktivitas keagamaan.

Dalam melaksanakan perannya, mitra pelaksana dan penanggung jawab PUSARA memiliki kesepakatan dalam penjalankan peran dan fungsi. Peran dan fungsi diatur dalam panduan ini atau kebijakan lainnya yang tercantum dalam surat perjanjian kerjasama yang terpisah dari panduan ini. Khusus mitra pelaksana perorangan, peran dan tanggung jawab mengikuti aktif1tas yang tercantum dalam panduan yang juga mengatur standar tarif dan standar implementasi bagi mitra,

C. Hak dan Kewajiban Mitra Pelaksana

Mitra pelaksana terbagi menjadi 3 kelompok yaitu : 1. Mitra pelaksana satelit; adalah unit satelit pelaksana PUSARA. Memiliki fasilitas dan standar program yang sama dengan PUSARA di level pusat. Segala fasilitas asset dan operasional sebagian besar menjadi tanggung jawab BSM Umat termasuk manajemen pengelolaannya.

2. Mitra pelaksana program; adalah unit yang berasal dari lembaga eksternal yang membantu implementasi program PUSARA. Memiliki standar yang sama dengan PUSARA, namun memiliki manajemen terpisah dari PUSARA. Fasilitas assetdan operasional menjadi tanggung jawab sepenuhnya mitra, namun untuk pengganti operasional atas jasa yang telah diberikan, mitra pelaksana berhak mendapatkan biaya pengganti sesuai kesepakatan dengan penanggungjawab BSM Umat.

3. Mitra pelaksana program perorangan; adalah personal yang menjadi mitra dalam pemberian jasa pemulasaraan, relawan supir dan relawan pendamping lainnya. Mitra pelaksana perorangan ini diberikan pelatihan dan pendampingan secara berkala. Memiliki hak yang ditentukan oleh program dan mengikuti standar implementasi yang diberlakukan dalam panduan ini.

Mitra BSM Umat memiliki kewajiban umum sebagai berikut: 1, Memastikan mobil jenazah tidak digunakan untuk keperluan pribadi oleh berbagai pihak bagi mitra satelit.

Para peserta sendiri selain terlihat antusias mempelajari tata cara pengurusan jenazah, tidak sedikit pula yang merasa takut. Bahkan untuk memegang kain kafan pun masih belum berani. Seperti yang dialami salah satu Ummat yang mengikuti kegiatan tersebut. “Ih, saya tidak berani pegang, Pak,” ujarnya sambil menghindar saat disuguhkan kain berwarna putih untuk membungkus boneka (peraga mayat).

Di akhir pelatihan, beberapa peserta bertanya terkait pengurusan jenazah yang selama ini dipraktikan di kampung halamannya agak sedikit berbeda dengan hasil pelatihan. Namun Ustadz yang memimpin menjawab itu merupakan tradisi atau budaya masyarakat, maka harus diselaraskan dengan syari’at.

“Tidak sedikit di tengah masyarakat memahami pengurusan jenazah itu berdasarkan apa yang terlihat secara turun-temurun, atau telah menjadi budaya warisan. Jika itu tidak bertentangan dengan syari’at, tidak apa-apa dilakukan,” jawab Ustadz.

Badan Pemulasaraan Jenazah (Barzah) Laznas BMU, selain memberikan pelatihan untuk amil, pelajar, dan masyarakat umum mengenai tata cara pemulasaran jenazah, juga memiliki program antar-jemput jenazah secara gratis untuk Ummat. Sejauh ini, Laznas BMU sudah melayani lebih dari 3.000 jenazah.(red)

1
persnews
Aktual, Tajam, Terpercaya;
http://www.persnews.id