Award Nasional

KSPI : Dampak Omnibus Law Pada Mulai Terjadi

PersNews, Jakarta, Kamis, 05  Maret 2020 12:00 PM,

Omnibus Law yang belum berlaku dan di sahkan terrnyata mulai terasa efek nya,Konferensi pers yang di lakukan serikat pekerja yang tergabung dalam KSPI mengenai Omnibus Law .Hadir dalam kegiatan ini Ibu Roroh ketua serikat pekerja Indosat, Abdul Ghofir Sp Antara ,Mira asmirati presiden Aspek,Joko Hariyono SPN, Bambang suryono sekjen Spskep.

Omnibus law mulai menjadi ancaman bagi buruh.Halini terjadi kepada karyawan In dosat PHK di Indosat berjumlah 677 orang yang di lakukan tanpa koordinasi dengan serikat pekerja Indosat yang di ketuai oleh Ibu Roroh ,seperti di atur dalam.pasal 151 UU no 13 / 2003.
Hal ini akan menjadi gejala yang akan berlaku pada semua perusahaan ,seperti yang terjadi pada karyawan Indosat.
Karyawan di panggil satu persatu dengan istilah sweeteners ,dengan mendapat pesangon sampai 70 bulan jika setuju di PHK pada hari itu.

Ghofur SP antara , Saya ingin menyampaikan sesungguhnya Antara yang merupakan BUMN mengalami kejadian mengenai berlakunya Omnibus Law yang belum mendapat persetujaan DPR. Salah satu karyawan antara yang mendapat perlakuaan sepihak merupakan cucu pendiri antara,Pandu kartawiguna seorang ahli perpajakan .Beliau aktif di serikat pekerja dan akan di mutasi ke daerah ,beliau menolak dan akhirnya diphk.

Mira sumirat , Presiden Aspek mengatakan seolah ada konsultan PHK yang mengatur PHK massal di beberapa perusahaan yang tidak tersentuh hukum.

Dengan berlakunya UU Omnibus Law maka perusahaan pengelola perusahaan ini bisa mem PHK pekerja atau buruh nya tanpa melalui proses perundingan.
Artinya undang-undang Dasar 45 terkait dengan perundingan musyawarah mufakat itu dilanggar lalu kemudian undang-undang 13 tahun 2013 menjadi hilang.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan akan mengajukan PHK sepihak yang terjadi di Perusaahan Indosat Dan LKBN antara ,akan di bawa ke sidang ILO ,Jenewa.

pelanggaran hak yang mendasar merupakan pelanggaran berat yang akan di kampanyekan secara Internasional di Brussel ,sehingga mempengaruhi saham Indosat yang di miliki Qatar.(red)

persnews
Aktual, Tajam, Terpercaya;
http://www.persnews.id