Nasional

Bamsoet : Orang Berkualitas Tak Lolos di DPR, Politik Masih Transaksional, ucapnya saat menerima aktivis ProDem di Ruang Ketua MPR RI

PersNews, Ruang Ketua MPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (15/01/2020) 20:30 PM,

PersNews, Jakarta, Rabu (15/01/2020),
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengajak para aktivis yang tergabung dalam Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (PRODEM) agar melakukan kajian tentang kualitas demokrasi Indonesia yang sudah berjalan 21 tahun.

Ia mengajak aktivis menengok ulang seberapa jauh demokrasi telah memberikan kesejahteraan bagi rakyat, serta apa saja perkerjaan rumah Indonesia dalam menumbuhkembangkan demokrasi yang sesuai jati diri bangsa.
“Berbagai persoalan tersebut masih menjadi tanda tanya bagi kita semua. Demokrasi kita saat ini sepertinya sudah terjebak dalam angka-angka, bukan lagi demokrasi yang berkualitas yang bisa mensejahterakan rakyat. Jangan-jangan selama ini demokrasi kita masih jauh panggang dari api, jangan-jangan kita masih terjebak dalam Pseudo-Democracy (demokrasi semu),” ujar Bamsoet saat menerima aktivis PRODEM di Ruang Kerja Ketua MPR RI, Jakarta, Rabu (15/01/2020).

Turut hadir para aktivis PRODEM antara lain Wayan Bambang, Santoso, Swary Utami, Nandang Wira, Desyana, Sicsa Dewi, Ilham Yunda, dan Satyo Purwanto.
Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menilai, demokrasi yang menjamin kebebasan setiap orang bebicara dan menyampaikan aspirasi politiknya, bukan tanpa konsekuensi. Ketika setiap orang bebas berbicara tanpa dilandasi tanggung jawab, yang terjadi terkadang adalah kebisingan politik dibanding esensi politik.

“Sistem Pemilu kita sampai hari ini juga belum mampu meloloskan orang-orang yang memiliki kualitas lolos menjadi wakil rakyat. Politik transaksional masih mewarnai wajah demokrasi kita. Peran besar masyarakat sipil seperti PRODEM sangat besar dalam mendorong perubahan demokrasi ke arah yang lebih baik, yakni dengan memberikan masukan kepada lembaga eksekutif maupun legislatif,” lanjut Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini meyakini, di tengah pasang surut dan dinamika demokrasi saat ini, perkembangan demokrasi Indonesia ke depannya bisa semakin membaik. Harapan tersebut bukanlah semata mimpi di siang bolong.

“Freedom House, sebuah organisasi internasional yang mempromosikan kebebasan dan demokrasi di dunia, dalam laporan Freedom in The World 2019 menempatkan Indonesia di skor 62 dari 100. Semakin besar skor yang diperoleh, menunjukan kebebasan dan demokrasi di suatu negara semakin baik. Dengan skor 62, menunjukan pencapaian demokrasi di Indonesia cukup mengesankan. Memang belum sempurna, tapi ikhtiar perbaikan terus kita lakukan,” pungkas Bamsoet.(red)

1
persnews
Aktual, Tajam, Terpercaya;
http://www.persnews.id