Award Berita Flash Budaya Economy Hiburan Hukum dan Kriminal Infotainment International Nasional Politik Technology Terpopuler

Pidato Dan Arahan Megawati Soekarno Putri Pada Penutupan Rakernas I PDI Perjuangan Yang Dilaksanakan Secara Tertutup.

PersNews, JiExpo Kemayoran, Minggu, 12 Januari 2020 21:00 PM,

Megawati Soekarnoputri Berpidato Memberi Pengarahan Pada Penutupan Rakernas I PDI Perjuangan Yang Dilaksanakan Secara Tertutup

Untuk memperkuat konsolidasi di tingkat pengurus partai hingga ke tingkat anak ranting. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menugaskan jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) untuk segera melakukan konsolidasi politik dengan membentuk struktur pengurus partai di masing-masing pengurus daerah hingga ke tingkat pengurus anak ranting.

Tugas yang diamanatkan Ketua umum partai berlambang banteng moncong putih tersebut berlaku untuk semua jajaran pengurus DPD dan seluruh DPC PDI Perjuangan yang ada di seluruh Indonesia terlebih di daerah Kalbar, yang mana akan melaksanakan pilkada serentak di tujuh Kabupaten tahun 2020.

Amanat yang disampaikan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri pada rapat kerja nasional ke I PDI Perjuangan di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, 10 hingga 12 Januari 2020. Akan segera dikerjakan oleh semua jajaran pengurus PDI Perjuangan hingga berakhirnya rakernas ke I tersebut.

“Terkait surat pembentukan Pengurus Anak Cabang, Ranting dan Anak Ranting yang baru keluar kemarin sebelum Rakernas, sudahkan kita rapatkan bersama ditingkat komponen penting partai, khususnya di tingkat ketua, sekretaris dan bendahara yang memang sedang ada di Jakarta dan setelah Rakernas ini, kami akan langsung melakukan pembentukan pengurus hingga ke tingkat anak ranting, ” terang Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar Lasarus saat diwawancarai semalam didalam  JiExpo Hall B1 Kemayoran, Jakarta.

Ketua Komisi V DPR RI ini juga menambahkan bahwa, pembentukan struktur pengurus partai hingga ke tingkat anak ranting ditargetkan selesai pada bulan Februari 2020.
“Formatnya sudah ada, ya. Kemudian gambaran mengenai teman-teman yang akan kita tunjuk untuk jadi Ketua PAC, ranting dan anak ranting sudah ada dalam gambaran. Hanya tinggal menjalankan mekanisme saja, sesuai aturan organisasi. Maka kita targetkan bulan Februari ini selesai mengingat kita juga akan ada Pilkada langsung di tujuh kabupaten di Kalbar pada tahun ini. ” jelasnya.

“Untuk membentuk saksi, kemudian siapa saja yang akan membantu kita saat Pilkada, lalu penguatan akar rumput dan segala macam makanya wajib hukumnya konsolidasi ini dilakukan hingga ke tingkatan anak ranting,” terang Lazarus.

Ketua Komisi V DPR RI itu juga menjelaskan tentang sejumlah agenda penting yang dibahas saat Rakernas I. Secara garis besarnya, kata Lazarus, terdapat dua agenda penting yang akan dijadikan fokus pembahasan, yaitu penataan organisasi dan penataan aset partai.

“Ada dua agenda penting yang di Rakernas, pertama konsolidasi partai, dalam hal ini penataan organisasi. Kemarin kita baru saja kongres, kemudian konferda, konfercab semua sudah selesai. Sekarang kita pembentukan PAC, ranting dan anak ranting.

Bu Megawati Soekarnoputri sebagai Ketum PDI Perjuangan  sudah memberikan arahan langsung kemarin terkait pembentukan PAC, ranting dan anak ranting sekaligus persiapan penataan organisasi dalam rangka memenangkan Pillkada serentak tahun 2020 ini,” terang Lazarus di lokasi Rakernas.

“Hal kedua yang dibahas pada rakernas adalah penataan aset partai. Ketua Umum, Ibu Megawati Soekarno Putri menegaskan bahwa sudah waktunya partai membangun organisasi yang solid dan kuat. Dan DPD PDI Perjuangan Kalbar juga telah menargetkan untuk 5 tahun kedepan, DPD hingga DPC semunya harus memiliki kantor sendiri.” jelasnya.

Untuk Menjalankan Amanat DPP PDIP, DPD PDIP Kalbar segera Lakukan Konsolidasi Politik, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menugaskan jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) untuk segera melakukan konsolidasi politik dengan membentuk struktur pengurus partai di masing-masing pengurus daerah hingga ke tingkat pengurus anak ranting.

“Tujuan membentuk struktur pengurus partai di masing-masing pengurus daerah hingga ke tingkat pengurus anak ranting salah satunya yaitu memperkuat konsolidasi di tingkat pengurus hingga ke tingkat anak ranting,” ucap Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar Lasarus, Minggu malam (12/01/2020) kepada wartawan di sela-sela Rakernas PDIP di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Tugas yang diamanatkan Ketua umum partai berlambang banteng moncong putih tersebut berlaku untuk semua jajaran pengurus DPD dan seluruh DPC PDI Perjuangan yang ada di seluruh Indonesia, termasuk di Kalimantan Barat yang akan melaksanakan Pilkada serentak di tujuh kabupaten tahun 2020.

Amanat yang disampaikan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri pada rapat kerja nasional ke I PDI Perjuangan di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, 10 hingga 12 Januari 2020. Akan segera dikerjakan oleh semua jajaran pengurus PDI Perjuangan hingga berakhirnya rakernas ke I tersebut.

“Mengenai surat pembentukan pengurus anak cabang, ranting dan anak ranting yang baru keluar kemarin sebelum Rakernas, sudahkan kami rapatkan bersama ditingkat komponen penting partai, khususnya di tingkat ketua, sekretaris dan bendahara yang memang sedang ada di Jakarta dan setelah Rakernas ini, kami akan langsung melakukan pembentukan pengurus hingga ke tingkat anak ranting,” papar Lasarus.

Ketua Komisi V DPR RI ini menambahkan, pembentukan struktur pengurus partai hingga ke tingkat anak ranting ditargetkan selesai pada bulan Februari 2020. Saat ini kata dia, formatnya pembentukan struktur pengurus partai sudah tersedia.

“Gambaran mengenai teman-teman yang akan kami tunjuk untuk jadi Ketua PAC, ranting dan anak ranting sudah ada dalam gambaran. Hanya tinggal menjalankan mekanisme saja, sesuai aturan organisasi. Kami targetkan bulan Februari ini selesai mengingat kita juga akan ada Pilkada langsung di tujuh kabupaten di Kalbar pada tahun ini.

Untuk membentuk saksi, kemudian siapa saja yang akan membantu kita saat Pilkada, lalu penguatan akar rumput dan segala macam makanya wajib hukumnya konsolidasi ini dilakukan hingga ke tingkatan anak ranting,” terang Lazarus.

Ketua Komisi V DPR RI itu juga menjelaskan tentang sejumlah agenda penting yang dibahas saat Rakernas I. Secara garis besarnya, kata Lazarus, terdapat dua agenda penting yang akan dijadikan fokus pembahasan, yaitu penataan organisasi dan penataan aset partai.

Lasarus menerangkan, terdapat dua agenda penting yang dibahas dalam Rakernas PDIP di Jakrata, pertama konsolidasi partai seperti penataan organisasi.

“Kemarin kami baru saja kongres, kemudian konferda, konfercab semua sudah selesai. Sekarang kita pembentukan PAC, ranting dan anak ranting. Ibu Ketua Umum sudah memberikan arahan langsung kemarin terkait pembentukan PAC, ranting dan anak ranting sekaligus persiapan penataan organisasi dalam rangka memenangkan Pillkada serentak tahun 2020 ini,” terang Lazarus.

Hal kedua yang dibahas pada Rakernas adalah penataan aset partai.

“Ketua Umum, Ibu Megawati Soekarno Putri menegaskan bahwa sudah waktunya partai membangun organisasi yang solid dan kuat. Dan DPD PDI Perjuangan Kalbar juga telah menargetkan untuk 5 tahun kedepan, DPD hingga DPC semunya harus memiliki kantor sendiri,” jelasnya.

Anggota DPRD Jawa Timur, SW Nugroho.
Anggota DPRD Jawa Timur, SW Nugroho.

Untuk Mewujudkan RI Jadi Negara Industri, Ini Pentingnya Riset dan Inovasi, Anggota DPRD Jawa Timur, SW Nugroho mengatakan, partainya, PDI Perjuangan, tak ingin negara lain terus-terusan mengeruk kekayaan sumber daya alam Indonesia yang sangat berlimpah.

Karena itu, Nugroho menilai tema ‘Solid bergerak wujudkan Indonesia negara industri berbasis riset dan inovasi nasional’, dan sub-tema ‘Strategi jalur rempah dalam lima prioritas industri nasional untuk mewujudkan Indonesia berdikari’ di Rakernas I PDI Perjuangan kali ini, sangat tepat dan perlu segera diwujudkan.

“Soal rempah-rempah Indonesia, sumber dayanya sangat luar biasa. Bahkan sudah ratusan tahun yang lalu negara-negara Eropa datang ke sini, kemudian menjajah hingga ratusan tahun, hanya untuk mengeruk kekayaan rempah-rempah kita,” kata Nugroho, di sela mengikuti rangkaian acara Rakernas I dan HUT ke-47 PDI Perjuangan, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Minggu (12/01/2020).

Keinginan bersama untuk menjadikan RI sebagai negara industri yang unggul, sebut Nugroho, bukan tidak mungkin bisa segera tercapai.

Menurutnya, ketika sumber daya cukup, perlu ada riset yang memadai sehingga kekayaan rempah-rempah itu bisa dimanfaatkan secara optimal.

Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Jatim ini tak ingin negara lain yang sumberdayanya sangat terbatas, tapi menguasai riset dan inovasinya, terus mengeruk rempah-rempah Indonesia sebagai bahan industri mereka.

“Itu yang saya pikir sangat penting. Jadi perlu ada persepsi, dan gerak langkah bersama untuk riset dan inovasi ini, sehingga tujuan kita menjadikan RI negara industri yang unggul, segera tercapai,” ujarnya.

Sang proklamator Bung Karno, ungkap Nugroho, sejak lama telah meyakini riset dan inovasi sebagai jalan bagi kemajuan peradaban Indonesia.

Menurut pria yang juga Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini, Bung Karno merintis Majelis Ilmu Pengetahuan Indonesia (MIPI) yang di kemudian hari menjadi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), termasuk mendorong pengembangan banyak universitas di Tanah Air.

Sekarang, tambah dia, semua kader PDI Perjuangan, baik di eksekutif maupun legislatif harus bergerak dalam semangat riset dan inovasi, mulai sektor pertanian, perikanan, industri, ekonomi kreatif, pariwisata, lingkunghan hidup, teknologi informasi, hingga pelayanan publik.

“Seluruh kader diharapkan bekerja dengan panduan riset dan menggelorakan semangat inovasi,” jelas Anggota DPRD Jawa Timur, SW Nugroho.

Ketua DPD PDIP Kalbar, Lasarus Berharap Produk Unggulan Kalbar Tembus Pasar Internasional saat meninjau stand pameran produk khas Kalbar di HUT PDIP ke-47 di JiExpo Kemayoran.
Ketua DPD PDIP Kalbar, Lasarus Berharap Produk Unggulan Kalbar Tembus Pasar Internasional saat meninjau stand pameran produk khas Kalbar di HUT PDIP ke-47 di JiExpo Kemayoran.

Sejumlah produk unggulan khas Kalimantan Barat turut dipamerkan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I dan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-47 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Produk unggulan binaan DPD PDIP Kalbar seperti aneka jenis madu, ragam jenis pakaian, buah tengkawang, lidah buaya, tikar kayu dan pupuk organik dipamerkan di empat buah stan di lokasi Rakernas, Jakarta International (JI) Expo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Ketua DPD PDIP Kalbar, Lasarus yang turut menyempatkan diri menyambangi stan di sela-sela Rakernas menyatakan, produk-produk khas Kalbar yang dipamerkan tidak kalah saing dengan produk dari daerah lain. Namun, produk-produk asal Kalbar diakuinya masih perlu sentuhan teknologi agar nilai ekonominya bertambah. Sehingga, pada akhirnya dapat dipasarkan di tingkat nasional, bahkan mancanegara.

“Setelah kita berkeliling, saya lihat beberapa unggulan di sini ada madu kelulut, madu mangrove, madu hitam, kemudian juga ada buah tengkawang, gula dari buah kelapa sawit, lidah buaya dan semua bahan bakunya berlimpah di Kalimantan Barat. Produknya masih tahap awal dan perlu campur tangan pemerintah dan penelitian lebih lanjut. Terkait produk-produk ini, dengan potensi yang ada, agar punya nilai ekonomis yang tinggi harus lebih dikembangkan dengan teknologi yang lebih mutakhir lagi,” ujarnya saat diwawancarai di lokasi pameran.

Ketua Komisi V DPR RI itu lantas mencontohkan fenomena buah tengkawang yang sebetulnya bernilai ekonomi tinggi jika diolah menjadi produk turunan. Sayangnya, karena keterbatasan teknologi, sebagian besar masyarakat hanya menjual tengkawang mentah tanpa mampu mengolahnya menjadi produk-produk turunan seperti mentega dan bahan kosmetik.

“Contohnya buah tengkawang. Walaupun itu buah musiman, tetapi ketika musimnya banyak sekali buahnya. Seperti tahun lalu, pas musim buah tengkawang, banyak tengkawang tidak dimanfaatkan orang. Buahnya dibiarkan saja terbuang karena masyarakat tidak mengerti bagaimana menghasilkan produk turunannya. Itu bisa menjadi bahan baku kosmetik, mentega dan seterusnya untuk bahan makanan,” jelasnya.

Adanya pameran ini, lanjut Lasarus, justru menjadi berkah terhadap pengembangan produk-produk unggulan asal Kalimantan Barat. Betapa tidak, dengan adanya pameran ini, kader-kader PDI Perjuangan asal Kalbar pun bisa mencontoh produk-produk unggulan dari daerah lain yang sudah terlebih dahulu mendunia. Sehingga ke depan, kekayaan alam yang begitu berlimpah di Kalimantan Barat ini bisa lebih dieksplorasi agar produk-produk turunannya bisa semakin dikenal bahkan menembus pasar internasional.

“Yang ikut pameran melihat bagaimana daerah lain menampilkan produk kekayaan lokalnya. Bagaimana kita membranding produk lokal untuk di angkat ke tingkat regional, nasional dan sebagainya,” tandasnya.

Turut mendampingi Lasarus saat mengunjungi stan-stan pameran Bendahara DPD PDIP Kalbar yang juga Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo dan anggota Fraksi PDIP DPRD Kalbar dari daerah pemilihan Kota Pontianak, Paulus Andy Nursalim. Beberapa pengurus DPD PDIP Kalbar juga turut mendampingi orang nomor satu di jajaran komisi DPR RI yang membidangi Infrastruktur; Transportasi; Daerah Tertinggal dan Transmigrasi; Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika; serta Pencarian dan Pertolongan tersebut.

Anggota DPR Fraksi PDIP Sihar Sitorus
Anggota DPR Fraksi PDIP Sihar Sitorus

Anggota Dewan di Senayan Soroti Keputusan Gubernur Sumut Tiadakan FDT 2020,

Keputusan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi meniadakan Festival Danau Toba (FDT) 2020 dan diganti dengan kegiatan triathlon dengan harapan wisatawan lebih banyak datang terus disoroti kalangan anggota Dewan di Senayan, Jakarta.

Anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan Sihar Sitorus (Dapil Sumut II) pun memberi tanggapanya. Pada Minggu (12/01/2020) Sihar menyebutkan, sebaiknya semua pihak melihat kembali apa makna dan tujuan dari penyelenggaraan FDT selama ini.”Kita ukur manfaatnya selama ini,” kata Sihar.
Demikian pula dengan rencana lomba triathlon yang digagas Edy Rahmayadi. Sihar juga mempertanyakan apakah lomba triathlon memberikan manfaat sebagian atau seluruh target FDT.

Sebelumnya Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi memutuskan tidak akan menggelar Festival Danau Toba 2020. “Kayaknya kurang bermanfaat pesta itu,” kata Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, di kantor gubernur. Respons terhadap keputusan Gubernur Sumut itu juga mendapat tanggapan dari anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Senator asal Sumatera Utara H Muhammad Nuh meminta agar gubernur dapat meninjau ulang kembali keputusannya itu.

Senator senior ini berpendapat dalam FDT selalu bermuatan local wisdom atau kearifan lokal masyarakat di sekitar Danau Toba. “Nah pelaksanaan FDT itu salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap budaya dan masyarakat di sana,” ujarnya.

Jika FDT 2020 ditiadakan, kata dia, dirinya menilai hal itu sama saja tidak melindungi budaya daerah dan tergusur dengan nilai-nilai luar yg belum jelas arahnya.

“Kalau Pemprov Sumut merasa perlu menambahkan kegiatan agar lebih produktif, boleh saja. Tanpa harus menghilangkan (FDT) yang (sudah) ada, ya.

Kiprah Kader Komunitas 6 di Rakernas I PDI Perjuangan Disambut Positif
Tugas tersebut tidaklah mudah. Mereka harus mendistribusikan konsumsi bagi sekitar 4600 peserta Rakernas dari seluruh Indonesia.

Para kader Komunitas Juang (KJ) DPD PDI Perjuangan Jateng saat mendistribusikan konsumsi ke peserta Rakernas I dan Peringatan HUT ke 47 PDI Perjuangan.
Sebanyak 300 kader Komunitas Juang (KJ) DPD PDI Perjuangan Jateng kembali ditugaskan di arena Rakernas I PDI Perjuangan di JI Expo Hall B1, Kemayoran, Jakarta. Penugasan ratusan kader milenial tersebut menjadi ajang pendidikan dan pembentukan karakter bagi mereka.

Wakil Dewan Mentor KJ DPD PDI Perjuangan Jateng, Jamal Hafidh Dinillah mengatakan kader-kader muda tersebut berasal dari 35 kabupaten/kota se Jateng. Sebanyak 220 kader laki-laki dan 80 perempuan itu diberangkatkan dari 6 karesidenan menggunakan 6 bus. Yaitu Karesidenan Semarang, Solo, Kedu, Pekalongan, Banyumas, dan Pati.

Hafidh menjelaskan para kader KJ ditugaskan untuk mendistribusikan konsumsi bagi peserta Rakernas yang berlangsung 10-12 Januari. Selain itu menata ruang, dan melakukan proses pembersihan boks makanan dari ruang-ruang pleno.

Para kader Komunitas Juang DPD PDI Perjuangan Jateng rutin ditugaskan di setiap event partai.
Tugas tersebut tidaklah mudah. Mereka harus mendistribusikan konsumsi bagi sekitar 4600 peserta Rakernas dari seluruh Indonesia.

“Dalam lima tahun terakhir, KJ selalu dilibatkan dalam setiap event partai. Ini juga sebagai sumbangsih Jateng untuk ikut mensukseskan Rakernas I sekaligus Peringatan HUT ke 47 PDI Perjuangan,” kata Hafidh.

Menurutnya, setiap penugasan bagi KJ merupakan ajang pendidikan bagi para kader milenial tersebut.

“Untuk meningkatkan kedisiplinan, membentuk karakter, dan melatih mereka agar satu komando,” ujarnya.

Wakil Dewan Mentor KJ DPD PDI Perjuangan Jateng, Jamal Hafidh Dinillah. (istimewa)
Disamping itu, penugasan akan melatih sikap tata krama, dan sopan santun kepada senior partai, maupun sesama teman,” paparnya.

Dikatakannya, tugas itu akan berat secara mental bila mereka belum terbentuk karakternya. “Kalau belum terbiasa, disuruh angkut-angkut sampah tentu mereka malu. Apalagi adik-adik KJ ini latar belakangnya beragam. Ada yang mahasiswa, lulusan S1, S2, bahkan pengusaha,” katanya.

KJ sendiri dibentuk oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Wuryanto. Pada Februari 2020 nanti, KJ genap berusia 6 tahun. DPD PDI Perjuangan Jateng telah melantik 7 angkatan KJ dan jumlahnya kini mencapai 4260 kader.

Hafidh mengatakan, kiprah KJ di berbagai event partai mendapatkan tanggapan positif. Bahkan, beberapa DPD PDI Perjuangan ingin menerapkan pola yang sama untuk merekrut kader-kader milenial.

“Hampir semua DPD se Indonesia terkesan. Yang sudah siap untuk membentuk KJ adalah DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta.

Pada penutupan yaitu Hari ketiga Rakernas PDI Perjuangan, Pameran Rempah Masih Diserbu peserta.

Bertempat di Hall B1 JIExpo, Kemayoran, Jakarta, ratusan masyarakat tampak menikmati pameran kekayaan bangsa Indonesia itu. Mulai dari pintu masuk pameran rempah, pengunjung sudah dimanjakan dengan rempah bumbu masak khas Indonesia. Seperti cabai, bawang, lengkuas, kunyit, ketumbar, andaliman, dan lain sebagainya. Rempah-rempah yang ditampilkan memang bukan yang biasa-biasa.
Bertempat di Hall B1 JIExpo, Kemayoran, Jakarta, ratusan masyarakat tampak menikmati pameran kekayaan bangsa Indonesia itu. Mulai dari pintu masuk pameran rempah, pengunjung sudah dimanjakan dengan rempah bumbu masak khas Indonesia. Seperti cabai, bawang, lengkuas, kunyit, ketumbar, andaliman, dan lain sebagainya. Rempah-rempah yang ditampilkan memang bukan yang biasa-biasa.
Bertempat di Hall B1 JIExpo, Kemayoran, Jakarta, ratusan masyarakat tampak menikmati pameran kekayaan bangsa Indonesia itu. Mulai dari pintu masuk pameran rempah, pengunjung sudah dimanjakan dengan rempah bumbu masak khas Indonesia. Seperti cabai, bawang, lengkuas, kunyit, ketumbar, andaliman, dan lain sebagainya. Rempah-rempah yang ditampilkan memang bukan yang biasa-biasa.
Bertempat di Hall B1 JIExpo, Kemayoran, Jakarta, ratusan masyarakat tampak menikmati pameran kekayaan bangsa Indonesia itu. Mulai dari pintu masuk pameran rempah, pengunjung sudah dimanjakan dengan rempah bumbu masak khas Indonesia. Seperti cabai, bawang, lengkuas, kunyit, ketumbar, andaliman, dan lain sebagainya. Rempah-rempah yang ditampilkan memang bukan yang biasa-biasa.
“Saya ibu rumah tangga, mau lihat-lihat saja ke sini, kebetulan saya suka masak, enggak ada tujuan khusus sih, cuma mau lihat-lihat saja, ini sama suami dan anak,” ujar Annisa, warga Jakarta Selatan, di Lokasi, Minggu (12/01/2020) Setelah mengetahui tentang pameran rempah di Rakernas PDI Perjuangan, kebetulan bersama keluarganya tengah bertamasya ke kawasan Ancol, Jakarta Utara. Dan lokasi ini menjadi persinggahan pertama sebelum ke Ancol. Selain Annisa, ada pula Alif, pemuda dari Pondok Gede Jakarta Timur yang takjub dengan kesuburan tanah Indonesia dengan hasil rempah yang melimpah ruah. Dia mengaku sudah ke stan Jawa Barat, Jambi, Tapanuli Utara, hingga kementerian Pertanian. Salah satu yang membuatnya bangga adalah biji kopi yang ternyata tersebar di banyak wilayah Indonesia. “Saya sih baru tahu, ternyata banyak jenis kopi di Indonesia,” sebutnya.
“Saya ibu rumah tangga, mau lihat-lihat saja ke sini, kebetulan saya suka masak, enggak ada tujuan khusus sih, cuma mau lihat-lihat saja, ini sama suami dan anak,” ujar Annisa, warga Jakarta Selatan, di Lokasi, Minggu (12/1/2020)
Setelah mengetahui tentang pameran rempah di Rakernas PDI Perjuangan, kebetulan bersama keluarganya tengah bertamasya ke kawasan Ancol, Jakarta Utara. Dan lokasi ini menjadi persinggahan pertama sebelum ke Ancol.
Selain Annisa, ada pula Alif, pemuda dari Pondok Gede Jakarta Timur yang takjub dengan kesuburan tanah Indonesia dengan hasil rempah yang melimpah ruah.
Dia mengaku sudah ke stan Jawa Barat, Jambi, Tapanuli Utara, hingga kementerian Pertanian. Salah satu yang membuatnya bangga adalah biji kopi yang ternyata tersebar di banyak wilayah Indonesia.
“Saya sih baru tahu, ternyata banyak jenis kopi di Indonesia,” sebutnya.

Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Koperasi dan Peningkatan Kesejahteraan Rakyat, Mindo Sianipar mengapresiasi antusiasme masyarakat yang tak menurun meski di hari minggu.

“Ya praktis hari ketiga ini banyak antusias. Dan memang yang ditampilkan ink semua banyak dibutuhkan oleh masyarakat, baik di kota maupun di desa,” kata Mindo di lokasi, yang sedang memantau Pameran Rempah.

Poltikus asal tanah Batak itu menjelaskan, salah satu tujuan pameran rempah yang digelar PDI Perjuangan adalah agar orientasi pemerintah pusat itu bertumpu di desa. Menurutnya, perekonomian di desa harus bergerak agar masyarakat desa tak keluar alias meminimalisir urbanisasi.

Dilanjutkannya, industri 4.0 dengan skema robotisasi pasti akan mengurangi tenaga kerja. Sementara sebagian masyarakat Indonesia itu pasti sewaktu-waktu akan pulang ke kampung.

“Nah buatlah desa untuk menampung mereka. Ini kalau dikerjakan, semua ini meningkatkan dan memperkuat daya dukung desa. Jadi kalau mereka kembali ke desa, daya dukungnya sudah ada. Itulah pameran ini dirancang,” tandasnya.

Rencananya, rekomendasi hasil rakernas dan HUT ke-47 PDI Perjuangan akan dilaksanakan pada sore hari nanti, disusul dengan pidato Ketum Megawati Soekarno Putri dan ditutup dengan malam kebudayaan. jelasnya.

Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Koperasi dan Peningkatan Kesejahteraan Rakyat, Mindo Sianipar mengapresiasi antusiasme masyarakat yang tak menurun meski di hari minggu. “Ya praktis hari ketiga ini banyak antusias. Dan memang yang ditampilkan ink semua banyak dibutuhkan oleh masyarakat, baik di kota maupun di desa,” kata Mindo di lokasi, yang sedang memantau Pameran Rempah. Poltikus asal tanah Batak itu menjelaskan, salah satu tujuan pameran rempah yang digelar PDI Perjuangan adalah agar orientasi pemerintah pusat itu bertumpu di desa. Menurutnya, perekonomian di desa harus bergerak agar masyarakat desa tak keluar alias meminimalisir urbanisasi. Dilanjutkannya, industri 4.0 dengan skema robotisasi pasti akan mengurangi tenaga kerja. Sementara sebagian masyarakat Indonesia itu pasti sewaktu-waktu akan pulang ke kampung. “Nah buatlah desa untuk menampung mereka. Ini kalau dikerjakan, semua ini meningkatkan dan memperkuat daya dukung desa. Jadi kalau mereka kembali ke desa, daya dukungnya sudah ada. Itulah pameran ini dirancang,” tandasnya. Rencananya, rekomendasi hasil rakernas dan HUT ke-47 PDI Perjuangan akan dilaksanakan pada sore hari nanti, disusul dengan pidato Ketum Megawati Soekarno Putri dan ditutup dengan malam kebudayaan.
PDI Perjuangan Kalbar Segera Laksanakan Amanat Ketua Umum.

Untuk memperkuat konsolidasi di tingkat pengurus partai hingga ke tingkat anak ranting. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menugaskan jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) untuk segera melakukan konsolidasi politik dengan membentuk struktur pengurus partai di masing-masing pengurus daerah hingga ke tingkat pengurus anak ranting.

Tugas yang diamanatkan Ketua umum partai berlambang banteng moncong putih tersebut berlaku untuk semua jajaran pengurus DPD dan seluruh DPC PDI Perjuangan yang ada di seluruh Indonesia terlebih di daerah Kalbar, yang mana akan melaksanakan pilkada serentak di tujuh Kabupaten tahun 2020.

Amanat yang disampaikan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri pada rapat kerja nasional ke I PDI Perjuangan di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, 10 hingga 12 Januari 2020, akan segera dikerjakan oleh semua jajaran pengurus PDI Perjuangan hingga berakhirnya rakernas ke I tersebut.

“Terkait surat pembentukan Pengurus Anak Cabang, Ranting dan Anak Ranting yang baru keluar kemarin sebelum Rakernas, sudahkan kita rapatkan bersama ditingkat komponen penting partai, khususnya di tingkat ketua, sekretaris dan bendahara yang memang sedang ada di Jakarta dan setelah Rakernas ini, kami akan langsung melakukan pembentukan pengurus hingga ke tingkat anak ranting,” terang Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar, Lasarus saat diwawancarai media.

Ketua Komisi V DPR RI ini juga menambahkan bahwa, pembentukan struktur pengurus partai hingga ke tingkat anak ranting ditargetkan selesai pada bulan Februari 2020.

“Formatnya sudah ada, ya. Kemudian gambaran mengenai teman-teman yang akan kita tunjuk untuk jadi Ketua PAC, ranting dan anak ranting sudah ada dalam gambaran. Hanya tinggal menjalankan mekanisme saja, sesuai aturan organisasi. Maka kita targetkan bulan Februari ini selesai mengingat kita juga akan ada Pilkada langsung di tujuh kabupaten di Kalbar pada tahun ini. Untuk membentuk saksi, kemudian siapa saja yang akan membantu kita saat Pilkada, lalu penguatan akar rumput dan segala macam makanya wajib hukumnya konsolidasi ini dilakukan hingga ke tingkatan anak ranting,” terang Lazarus.

Ketua Komisi V DPR RI itu juga menjelaskan tentang sejumlah agenda penting yang dibahas saat Rakernas I. Secara garis besarnya, kata Lazarus, terdapat dua agenda penting yang akan dijadikan fokus pembahasan, yaitu penataan organisasi dan penataan aset partai.

“Ada dua agenda penting yang di Rakernas, pertama konsolidasi partai, dalam hal ini penataan organisasi. Kemarin kita baru saja kongres, kemudian konferda, konfercab semua sudah selesai. Sekarang kita pembentukan PAC, ranting dan anak ranting. Ibu Ketua Umum sudah memberikan arahan langsung kemarin terkait pembentukan PAC, ranting dan anak ranting sekaligus persiapan penataan organisasi dalam rangka memenangkan Pillkada serentak tahun 2020 ini,” terang Lazarus di lokasi Rakernas.

“Hal kedua yang dibahas pada rakernas adalah penataan aset partai. Ketua Umum, Ibu Megawati Soekarno Putri menegaskan bahwa sudah waktunya partai membangun organisasi yang solid dan kuat. Dan DPD PDI Perjuangan Kalbar juga telah menargetkan untuk 5 tahun kedepan, DPD hingga DPC semunya harus memiliki kantor sendiri,” pungkasnya.

Franciska Menning, Koordinator Kerawing Galerry, yang juga perwakilan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, foto bersama Djarot Syaiful Hidayat, Mantan Gubernur DKI Jakarta, di stand pameran Kerawing Gallery dalam acara Jakarta Internasional Expo Kemayoran pada HUT 47 PDI-P.
Franciska Menning, Koordinator Kerawing Galerry, yang juga perwakilan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, foto bersama Djarot Syaiful Hidayat, Mantan Gubernur DKI Jakarta, di stand pameran Kerawing Gallery dalam acara Jakarta Internasional Expo Kemayoran pada HUT 47 PDI-P.

Hadiri Ulang Tahun (HUT) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ke-47 tahun 2020 memamerkan berbagai macam produk kerajinan tangan dari berbagai daerah se-Indonesia melalui Jakarta Internasional Expo Kemayoran.

Jakarta Internasional Expo Kemayoran, Gelang Resam Kapuas Hulu Jadi Incaran Pengunjung.

Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat, Lazarus, foto bersama Tening, putri koordinator Kerawing Gallery Kapuas Hulu.
Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat, Lazarus, foto bersama Tening, putri koordinator Kerawing Gallery Kapuas Hulu.

Acara yang berlangsung sejak 10 Januari 2020 lalu hingga 12 Januari 2020 mendapat sambutan antusias dari ribuan pengunjung.

Foto bersama di stand pameran Kerawing Gallery. Menariknya lagi, kerajinan tangan Gelang Resam atau Paku Andam atau Dicranopteris Linearis yang berasal dari Kabupaten Kapuas Hulu, menjadi incaran pengunjung.
Foto bersama di stand pameran Kerawing Gallery.
Menariknya lagi, kerajinan tangan Gelang Resam atau Paku Andam atau Dicranopteris Linearis yang berasal dari Kabupaten Kapuas Hulu, menjadi incaran pengunjung.
Francisca Mening, saat memasangkan Gelang Resam kepada Lazarus. Hal tersebut dikatakan Franciska Menning, yang merupakan Koordinator Kerawing Galerry, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat. "Gelang Resam ini unik dan tahan lama sehingga menjadi incaran para anak-anak muda di Kalimantan. Sebagaimana pameran di luar negeri seperti di Kuching, Sarawak, Malaysia, Gelang Resam ini selalu laris, dimana proses pemasangan dan pencopotannya harus menggunakan sedotan," ujar Franciska Mening di Jakarta dihubungi dari Putussibau, Kapuas Hulu, Kalbar, Minggu (12/01/2020).
Francisca Mening, saat memasangkan Gelang Resam kepada Lazarus. Hal tersebut dikatakan Franciska Menning, yang merupakan Koordinator Kerawing Galerry, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat. “Gelang Resam ini unik dan tahan lama sehingga menjadi incaran para anak-anak muda di Kalimantan. Sebagaimana pameran di luar negeri seperti di Kuching, Sarawak, Malaysia, Gelang Resam ini selalu laris, dimana proses pemasangan dan pencopotannya harus menggunakan sedotan,” ujar Franciska Mening di Jakarta dihubungi dari Putussibau, Kapuas Hulu, Kalbar, Minggu (12/01/2020).
Foto bersama para pengunjung. Mening menjelaskan, resam merupakan jenis tumbuhan paku (pakis), yang biasa tumbuh pada tebing-tebing di tepi jalan di pegunungan Kabupaten Kapuas Hulu. "Produk ini adalah produk lokal asli Kapuas Hulu, dimana pembuatan Gelang Resam ini dianyam secara manual oleh orang-orang yang memang sudah belajar khusus, sehingga bisa bagus sesuai ukuran lengan dan tahan lama. Selain itu, harganya juga murah meriah karena bahan dasar dari alam dan sudah saatnya pula kita menggunakan kerajinan daerah yang merupakan kearifan lokal," terang Wakil Ketua bidang Pariwisata dan Ekonomi kreatif pada DPC PDI-Perjuangan Kabupaten Kapuas Hulu itu.
Foto bersama para pengunjung.
Mening menjelaskan, resam merupakan jenis tumbuhan paku (pakis), yang biasa tumbuh pada tebing-tebing di tepi jalan di pegunungan Kabupaten Kapuas Hulu.
“Produk ini adalah produk lokal asli Kapuas Hulu, dimana pembuatan Gelang Resam ini dianyam secara manual oleh orang-orang yang memang sudah belajar khusus, sehingga bisa bagus sesuai ukuran lengan dan tahan lama. Selain itu, harganya juga murah meriah karena bahan dasar dari alam dan sudah saatnya pula kita menggunakan kerajinan daerah yang merupakan kearifan lokal,” terang Wakil Ketua bidang Pariwisata dan Ekonomi kreatif pada DPC PDI-Perjuangan Kabupaten Kapuas Hulu itu.
Foto bersama di stand pameran Kerawing Gallery. Tak hanya Gelang Resam lanjut Mening, bahan kain motif Dayak juga mendapat respon luar biasa, karena sulit ditemukan jika tidak ada pameran. "Jika tidak ada pameran seperti ini, barang-barang unik dan langka seperti ini sulit untuk ditemukan," papar Mening. Sebagaimana diketahui, pameran yang digelar dalam rangka menyambut HUT ke-47 PDI Perjuangan itu mengusung tema: "Solid Bergerak Wujudkan Indonesia Negara Industri Berbasis Riset Dan Inovasi Nasional”.
Foto bersama di stand pameran Kerawing Gallery.
Tak hanya Gelang Resam lanjut Mening, bahan kain motif Dayak juga mendapat respon luar biasa, karena sulit ditemukan jika tidak ada pameran.
“Jika tidak ada pameran seperti ini, barang-barang unik dan langka seperti ini sulit untuk ditemukan,” papar Mening.
Sebagaimana diketahui, pameran yang digelar dalam rangka menyambut HUT ke-47 PDI Perjuangan itu mengusung tema: “Solid Bergerak Wujudkan Indonesia Negara Industri Berbasis Riset Dan Inovasi Nasional”.
Suasana para pengunjung. Sedangkan Sub Temanya yakni: “Srategi Jalur Rempah Dalam Lima Prioritas Industri Nasional Untuk Mewujudkan Indonesia Berdikari". Adapun yang dipamerkan di stand-stand dalam acara tersebut, diantaranya yakni teknologi kerakyatan dan pertanian, makanan ke-Indonesiaan, kerajinan Ekraft, pertanian dan peternakan serta hasil bumi dan perkebunan.
Suasana para pengunjung.
Sedangkan Sub Temanya yakni: “Srategi Jalur Rempah Dalam Lima Prioritas Industri Nasional Untuk Mewujudkan Indonesia Berdikari”.
Adapun yang dipamerkan di stand-stand dalam acara tersebut, diantaranya yakni teknologi kerakyatan dan pertanian, makanan ke-Indonesiaan, kerajinan Ekraft, pertanian dan peternakan serta hasil bumi dan perkebunan.
Djarot Syaiful Hidayat mengunjungi stand pameran Kerawing Gallery. Khusus dalam acara tersebut, DPD PDI-Perjuangan Kalimantan Barat mengirim beragam produk-produk unggulan binaan untuk dipamerkan pada saat Rakernas dan peringatan HUT ke-47 PDI-P. Untuk produk-produk yang dikirim tersebut, berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Barat, baik dari Kabupaten Landak dan Kabupaten lainnya termasuk dari Kabupaten Kapuas Hulu.
Djarot Syaiful Hidayat mengunjungi stand pameran Kerawing Gallery.
Khusus dalam acara tersebut, DPD PDI-Perjuangan Kalimantan Barat mengirim beragam produk-produk unggulan binaan untuk dipamerkan pada saat Rakernas dan peringatan HUT ke-47 PDI-P.
Untuk produk-produk yang dikirim tersebut, berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Barat, baik dari Kabupaten Landak dan Kabupaten lainnya termasuk dari Kabupaten Kapuas Hulu.
Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri menyaksikan pagelaran Malam Kebudayaan penutupan Rakernas I dan HUT ke-47 PDI Perjuangan di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Minggu (12/01/2020) malam.
Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri menyaksikan pagelaran Malam Kebudayaan penutupan Rakernas I dan HUT ke-47 PDI Perjuangan di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Minggu (12/01/2020) malam.
Paduan suara Silangit membawakan lagu One for All and All for One membuka acara malam kebudayaan penutupan Rakernas I dan HUT ke-47 PDI Perjuangan di JI Expo, Jakarta, Minggu (12/01/2020) malam.
Paduan suara Silangit membawakan lagu One for All and All for One membuka acara malam kebudayaan penutupan Rakernas I dan HUT ke-47 PDI Perjuangan di JI Expo, Jakarta, Minggu (12/01/2020) malam.
Dari Kiri, Puan Maharani, Agus Ambo Jiwo (Bupati Pasangkayu), Edi Purwanto dan Jhon Wempi (Wamen PUPR) saat mengikuti Rakernas PDI Perjuangan.
Dari Kiri, Puan Maharani, Agus Ambo Jiwo (Bupati Pasangkayu), Edi Purwanto dan Jhon Wempi (Wamen PUPR) saat mengikuti Rakernas PDI Perjuangan.

Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi, Edi Purwanto, mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan di JiExpo Kemayoran, Jakarta. Dalam Rakernas yang mengambil sub tema Strategi Jalur Rempah dalam Lima Prioritas Industri Nasional untuk Mewujudkan Indonesia Berdikari, DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi juga membuka Stand Pameran bertemakan Warung Kopi Jambi.

Stand Jambi tersebut cukup ramai dikunjungi oleh fungsionaris dan kader partai Banteng Moncong Putih, tidak ketinggalan pejabat negara juga turut mampir di Warung Kopi Jambi untuk menikmati Kopi asal Provinsi Jambi. Semuanya terlihat menikmati kopi Jambi.

Disela-sela minum kopi bersama para pengunjung, Edi berdiskusi dengan awak media seputar rempah Jambi. Menurut Edi Rakernas mempunyai misi mengembalikan kejayaan rempah Indonesia karena sampai hari ini ternyata rempah-rempah Indonesia masih diakui dan dibutuhkan dunia. “Termasuk Jambi, dulu Jambi terkenal dengan ladanya, sekarang kayu manis, cassiavera juga masih primadona,” terangnya.

Menurut Edi, pasar rempah-rempah juga masih cukup menjanjikan, selama kualitas dijaga baik, produksinya konsisten dan mengetahui jalur tata niaganya. “Ada teman saya, resign dari perusahaan di kota Jambi, dia balik ke kampungnya di Jangkat, nanam jahe merah, untungnya dia langsung bisa beli motor, ini kan luar biasa,” cerita Edi semangat.

Untuk itu, Ketua DPRD Provinsi Jambi ini berharap pemerintah provinsi Jambi dapat memperhatikan perkembangan rempah-rempah di Provinsi Jambi. “Kita berharap pemprov kembangkan rempah-rempah Jambi, di semua lininya, mulai dari petaninya, inovasinya, sampai pemasarannya. Jadi masyarakat kita yang petani tidak hanya terpaku pada sawit dan karet saja. Insya Alllah, DPRD siap mendukung,” ujarnya.

Bupati Ngawi yang juga Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Budi Sulistyono mengemukakan bahwa pameran hasil karya potensi daerah saat Rakernas dimanfaatkan untuk studi banding. “Ini kesempatan sangat baik untuk memamerkan hasil karya daerah masing masing, sekaligus bisa menjadi ajang studi banding potensi yang dimiliki antardaerah,” ujar Kanang, sapaan akrabnya, melalui siaran pers yang diterima ANTARA di Surabaya, Sabtu. Dalam Rakernas di Jakarta kali ini, DPP PDI Perjuangan memberikan ruang untuk menghadirkan hasil karya potensi daerah yang ada di Tanah Air. Produk pangan yang menjadi unggulan dari masing masing seluruh daerah, kata dia, juga menjadi ajang promosi, tak terkecuali bagi Ngawi. Sementara itu, Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar yang turut hadir dalam rakernas partai berlambang banteng moncong putih itu mengapresiasi pameran inovasi daerah tersebut. Stan Kabupaten Ngawi, kata dia, menjadi salah satu tempat yang paling banyak disasar karena pengunjung meminati beras merah putih organik dan beras singkong yang tidak mengandung glukosa, serta bersertifikat dari lembaga sertifikat LESOS yang dihasilkan oleh petani Ngawi Desa Ngompro. “Hasil inovasi potensi daerah Ngawi ini berkat kerja sama antara pemerintah daerah dan Gapoktan dan Bumdes. Terima kasih kepada mereka yang mampu membawa Ngawi lebih dikenal di seluruh daerah dengan beras organiknya,” ujar Ony.

Sementara itu, Turut Hadir Bupati Ngawi yang juga Wakil Ketua Bidang Kehormatan  DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Budi Sulistyono mengemukakan bahwa  pameran hasil karya potensi daerah saat Rakernas dimanfaatkan untuk studi banding.

“Ini kesempatan sangat baik untuk memamerkan hasil karya daerah masing masing, sekaligus bisa menjadi ajang studi banding potensi yang dimiliki antardaerah,” ujar Kanang, sapaan akrabnya, melalui siaran pers kepada media.

Dalam Rakernas di Jakarta kali ini, DPP PDI Perjuangan memberikan ruang untuk menghadirkan hasil karya potensi daerah yang ada di Tanah Air.

Produk pangan yang menjadi unggulan dari masing masing seluruh daerah, kata dia, juga menjadi ajang promosi, tak terkecuali bagi Ngawi.

Sementara itu, Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar yang turut hadir dalam rakernas partai berlambang banteng moncong putih itu mengapresiasi pameran inovasi daerah tersebut.

Stan Kabupaten Ngawi, kata dia, menjadi salah satu tempat yang paling banyak disasar karena pengunjung meminati beras merah putih organik dan beras singkong yang tidak mengandung glukosa, serta bersertifikat dari lembaga sertifikat LESOS yang dihasilkan oleh petani Ngawi Desa Ngompro.

“Hasil inovasi potensi daerah Ngawi ini berkat kerja sama antara pemerintah daerah dan Gapoktan dan Bumdes. Terima kasih kepada mereka yang mampu membawa Ngawi lebih dikenal di seluruh daerah dengan beras organiknya,” ujar Ony.

DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya mengaku bangga kinerja Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mendapat pujian dari Ketua Umum PDIP Megawari Sokearnoputri  saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP di JiExpo Kemayoran, Jakarta.

“Terima kasih Ibu Megawati, pujian beliau membikin bangga seluruh rakyat Surabaya, membikin bangga PDI Perjuangan Surabaya. Apresiasi dari Bu Mega sekaligus menjadi motivasi bagi kami semua di Surabaya untuk terus meningkatkan kinerja dan inovasi agar Kota Pahlawan ini semakin baik dan mendunia,” kata Wakil Ketua Bidang Pembangunan Manusia (SDM) DPC PDIP Surabaya Khusnul Khotimah di Surabaya, Sabtu.

Menurut dia, Megawati menilai Wali Kota Risma  sebagai salah seorang kepala daerah yang penuh prestasi. Bahkan, lanjut dia, kinerja Risma yang sudah terbukti bagus di Surabaya menjadi spirit bagi seluruh kader partai banteng untuk ikut bergotong royong semakin memajukan Kota Pahlawan.

Secara khusus, Khusnul juga menyebut pujian dari Megawati untuk Risma sebagai inspirasi bagi kaum perempuan. Terbukti bahwa kaum perempuan bisa berkiprah dengan sangat baik pada tugas-tugas publik yang berhubungan dengan nasib banyak orang.

“Bu Mega, Mbak Puan Maharani, dan Bu Risma sudah membuktikan bahwa kaum perempuan bisa berkiprah dengan sangat baik dalam urusan publik,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Ekonomi DPC PDIP Surabaya Siti Maryam menambahkan, kepemimpinan PDIP di Surabaya selama ini mampu menjawab berbagai permasalahan dan kebutuhan publik.

Tidak mengherankan, kata dia, berdasarkan berbagai survei, kepuasan publik terhadap kepemimpinan PDIP di Surabaya sejak era Wali Kota Bambang DH hingga Tri Rismaharini selalu tinggi.

“Maka pada Pilkada Surabaya 2020 mendatang, kami yakin masyarakat juga akan terus mendukung kepemimpinan PDI Perjuangan, karena memang sudah terbukti mampu menghadirkan program yang bermanfaat, baik itu di bidang pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, infrastruktur, pemberdayaan ekonomi keluarga, hingga pengembangan kreativitas anak muda,” ujarnya.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Dr. Sri Untari, menegaskan pidato Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Hj. Megawati Soekarnoputri pada Rakernas PDI P  merupakan intruksi yang harus dilaksanakan.

Menurut Untari, pesan Megawati agar politisi PDI Perjuangan tidak saja menjadi politisi yang populis, namun bekerja nyata untuk masyarakat, adalah sebagai kewajiban.

“Politisi tidak saja pandai pencitraan agar populer semata, tapi juga harus memiliki kemauan yang kuat untuk bekerja keras demi masyarakat,” kata Untari kepada media ditemui didalam Hall B JiExpo Kemayoran saat acara berlangsung tadi malam.

Dia menegaskan, penjelasan ketua umum itu jelas-jelas melarang politisi yang hanya mengejar nama baik agar merasa populer semata.

“Intruksi Ibu Mega sangat jelas. Tidak boleh hanya cari popularitas semata, namun harus ada pekerjaan yang dilakukan secara konkret,” tandas perempuan yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur ini.

Jika disampaikan seperti itu, lanjut Untari, terjadi di beberapa daerah baik yang menduduki jabatan legislatif maupun ekskutif. Pernyataan presiden ke-5, itu, menurut Untari harus menjadi bahan introspeksi diri, bagi seluruh kader PDIP, yang jadi kepala daerah di seluruh Indonesia.

“Jangan hanya pandai memainkan emosi rakyat, tapi tidak pernah turun ke lapangan untuk menyelesaikan permasalahan. Saat ini yang dibutuhkan adalah kerja, kerja dan kerja. Bukan hanya pencitraan semata, namun tidak ada keputusan politik yang dihasilkan. Pemimpin tidak hanya pintar memainkan kata-kata, namun mau turun ke bawah dan menyelesaikan masalah yang ada di dalam masyarakat,” beber Untari.

Karena itu, dia kembali menegaskan, jika pidato Megawati, merupakan hal yang sangat substantif agar tidak saja diikuti oleh para kader PDI Perjuangan, namun juga layak direnungkan oleh semua pemimpin bangsa.

“Pesan itu adalah pesan kebangsaan untuk semua politisi, apalagi menjelang pilkada. Kami ingin masyarakat bisa cerdas dalam memilih pemimpin, tidak hanya populis, namun juga memiliki kapasitas dan yang terpenting adalah mempunyai kemauan turun ke lapangan,” tandasnya.

Seperti diketahui, dalam pidatonya di pembukaan Rakernas, Megawati Soekarnoputri menegaskan kepada para kader, agar menyambut kemenangan elektoral partai dengan kerja nyata.

“Jangan berpolitik dengan cara-cara pragmatis, jangan jadi politisi populis yang hanya bisa mengobok-obok emosi rakyat tapi disisi lain tidak ada keputusan politik yang dihasilkan,” tutur Megawati.

Rakernas PDI Perjuangan yang berlangsung sejak 10 hingga 12 Januari sangat meriah. Terlebih karena juga diramaikan oleh kehadiran beberapa aktivis 98 Sumatera Utara. Terlihat diantaranya Turunan Gulo, Aswan Jaya, Mangasi Purba, Martua Siadari, Simson Simanjuntak, Nico Sitanggang dan lainnya.

Rakernas PDI Perjuangan yang mengusung tema “Solid Bergerak Wujudkan Indonesia Negara Industri Berbasis Riset dan Inovasi Nasional, dan sub temanya Strategi Jalur Rempah dalam Lima Prioritas Industri Nasional untuk Mewujudkan Indonesia Berdikari” disambut positif dan penuh harap oleh beberapa aktivis 98 tersebut.

“PDI Perjuangan menjadi tempat yang nyaman dan nyambung bagi sebagian aktivis 98. Karena partai ini konsisten dalam setiap gagasan-gagasan perjuangan kerakyatan dan selalu kokoh dalam mempertahankan NKRI dan Pancasila”. Ujar Turunan Gulo.

Lebih lanjut Gulo yang mantan Komisioner KPUD Sumut menjelaskan bahwa kehebatan dan kelebihan PDI Perjuangan adalah senantiasa menjadi pelopor dan perajut kebhinekaan di Nusantara.

Respon positif juga disampaikan Mangasi Purba bahwa Rakernas PDI Perjuangan kali ini sebagai upaya mempertegas kembali ingatan publik terhadap asal mula terjadinya kolonialisme di Indonesia.

“Tema yang di usung dalam Rakernas ini harus dipahami bahwa bangsa ini adalah bangsa yang kaya akan rempah-rempah dan karenanya kita di jajah”. Tegas Mangasi.

Aktivis UNIKA Medan yang saat ini sebagai Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Siantar berharap bahwa dibutuhkan komitmen yang kuat mempertahankan kekayaan rempah-rempah Nusantara sebagai potensi untuk masa depan bangsa yang lebih berdikari dan kuat demi kejayaan bangsa Indonesia.

Harapan senada juga dinyatakan Ketua Repdem Sumut Martua Siadari “Rakernas ini telah mempertegas kembali komitmen kerakyatan partai sesuai dengan ideologi marheinisme yang harus di anut oleh setiap insan kader PDI Perjuangan sebagai implementasi mewujudkan bhineka tunggal ika”.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menginjak usia ke-47 tahun pada 10 Januari 2020 kemaren. Di usianya yang matang ini, banyak harapan bagi partai berlambang banteng moncong putih tersebut agar bisa konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat. Sejumlah tokoh agama di Ngawi pun menyampaikan harapannya kepada partai pemenang pada Pemilu 2019 lalu.

Secara umum saya berharap dengan usianya yang sudah 47 tahun ini PDIP berperan penuh sesuai fungsinya demi kepentingan rakyat. Apalagi jika di kaitkan di Ngawi keberadaan PDIP mampu mendulang 20 kursi dari 45 kursi di DPRD sehingga bisa menjebatani semua pembangunan di daerah Ngawi secara baik lagi,” terang KH Moh Dumami Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikmah Dusun Kerten, Desa Teguhan, Kecamatan Paron, Ngawi.

Sekali lagi ia mengingatkan sebagai partai besar dengan berideologi nasionalis, PDIP terus menjalin silaturahmi dengan kalangan ulama dibawah panji Nahdlatul Ulama (NU). Sebab ulas Moh Dumami, kehidupan agamis dan nasionalis tidak lepas dari sejarah bangsa sehingga kedua entitas ini terus bersinergi. Moh Dumami yang sekaligus Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Ngawi meminta PDIP menjaga komunikasi dengan tokoh-tokoh agama dan para kyai.

“Apalagi sekarang ini muncul isu-isu radikal sehingga perlu kerjasama dan komunikasi antara kalangan nasionalis dan agamis. Dan apabila itu terjalin dengan baik saya yakin isu yang dihembuskan dari pihak tertentu tersebut dapat diminimalisir,” ulasnya.

Pun, menjelang Pilkada Ngawi 2020 Moh Dumami mengharapkan PDIP bisa memberikan satu contoh positif tata cara berdemokrasi yang bersih dan elegan. Menimbang dari situ, dengan torehan PDIP 20 kursi di legislative Ngawi tentu tetap kritis terhadap eksekutif. Jangan sebaliknya, berperan yang membuat wong cilik hilang kepercayaan terhadap PDIP.

“Pada poinya saya ucapkan selamat ulang tahun ke 47 dan berharap penuh PDIP sebagai partai yang amanah dan berkontribusi terhadap pembangunan di daerah Ngawi yang bermuara pada kemaslahatan umat yang diberkahi Allah SWT,” Pungkas Moh Dumami.

Beras Organik Asal Ngawi Sangat Diminati Pengunjung Rakernas I PDI Perjuangan.
Beras Organik Asal Ngawi Sangat Diminati Pengunjung Rakernas I PDI Perjuangan.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) l di JIExpo, Kemayoran, Jakarta. Rakernas kali ini PDI Perjuangan mengambil tema ‘Solid Bergerak Wujudkan Indonesia Negara Industri Berbasis Riset dan Inovasi Nasional’.

Rakernas l dan dalam rangka memperingati HUT PDI Perjuangan yang ke 47 Selain membahas isu politik, tak kalah penting dalam rakernas tersebut PDI Perjuangan juga menggelar pameran hasil karya potensi daerah.

“Dalam Rakernas kali ini DPP PDI Perjuangan telah memberikan ruang untuk menghadirkan hasil karya potensi daerah yang ada diseluruh indonesia, hampir semuanya mengikuti. Produk pangan menjadi unggulan dari masing masing seluruh daerah, tak terkecuali Ngawi”, kata Bupati Ngawi Budi Sulistyono

Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDI Perjuangan Jatim yang juga sebagai Bupati Ngawi mengungkapkan, bahwa kegiatan ini juga sekaligus menjadi ajang studi banding.

“Ini kesempatan yang sangat baik untuk memamerkan hasil karya daerah masing masing, sekaligus bisa menjadi ajang studi banding potensi yang dimiliki antar daerah,” imbuh Budi Sulistyono Bupati Ngawi yang juga akrab dipanggil Mbah Kung.

Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar, terlihat turut hadir juga dalam rakernas partai berlambang banteng moncong putih. Kepada awak media Ony mengungkapan apresiasinya dalam pameran inovasi daerah.

“Saya sangat bangga dan mengapresiasi pameran ini, dari banyaknya produk unggulan yang ditampilkan masing masing daerah, yang paling banyak diminati pengunjung adalah beras organik asal Ngawi”, terang Ony Anwar.

“Hasil inovasi potensi daerah Ngawi ini berkat kerja sama antara pemerintah daerah dengan Gapoktan dan Bumdes, maka dari itu saya sangat berterimakasih kepada mereka yang mampu membawa Ngawi lebih dikenal di seluruh daerah dengan beras organiknya,” tegas Ony.

Beras merah putih organik dan beras singkong yang tidak mengandung glukosa bersertifikat dari lembaga sertifikat LESOS yang dihasilkan oleh petani ngawi Desa Ngompro ini , paling banyak diminati dan menjadi perhatian pengunjung.

Rakernas l yang dilaksanakan selama 3 hari, mulai 2 hari yang lalu dari tanggal 10 hingga 12 januari 2020, dimana kemaren 2 hari lalu dibuka oleh Presiden Joko Widodo, Wapres Ma’ruf Amin, Ketua umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri serta undangan yang hadir seperti Mantan Wapres Try Sutrisno, Jusuf Kalla dan Boediono.

Suasana Rakernas PDI P tadi malam.
Suasana Rakernas PDI P tadi malam.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memuji Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebagai salah seorang kepala daerah yang penuh prestasi. Pujian Megawati itu disampaikan saat pembukaan Rapat Kerja Nasional I PDIP di JiExpo Kemayoran, Jakarta.

Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya Chusnul Chotimah ikut bangga dengan pujian tersebut. Kinerja Risma yang sudah terbukti bagus di Surabaya menjadi spirit bagi seluruh kader partai banteng untuk ikut bergotong royong memajukan Kota Pahlawan.

“Terima kasih Ibu Megawati, pujian beliau bikin bangga seluruh rakyat Surabaya, bikin bangga PDI Perjuangan Surabaya. Apresiasi dari Bu Mega sekaligus menjadi motivasi bagi kami semua di Surabaya untuk terus meningkatkan kinerja dan inovasi agar Kota Pahlawan ini semakin baik dan mendunia,” ujar Chusnul.

“Saya sebagai Ketua Umum sangat berterima kasih terutama kepada Ibu Risma di Surabaya,” tegas Megawati.

Secara khusus, Chusnul juga menyebut pujian dari Megawati untuk Risma sebagai inspirasi bagi kaum perempuan. Terbukti bahwa kaum perempuan bisa berkiprah dengan sangat baik pada tugas-tugas publik yang berhubungan dengan nasib banyak orang.

“Bu Mega, Mbak Puan Maharani dan Bu Risma sudah membuktikan bahwa kaum perempuan bisa berkiprah dengan sangat baik dalam urusan publik,” ujarnya.

Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya Siti Maryam menambahkan, kepemimpinan PDIP di Surabaya selama ini mampu menjawab berbagai permasalahan dan kebutuhan publik. Tak mengherankan, berdasarkan berbagai survei, kepuasan publik terhadap kepemimpinan PDIP di Surabaya sejak era Wali Kota Bambang DH hingga Risma selalu tinggi.

Suasana Rakernas I dan HUT ke-47 PDI Perjuangan di JIExpo Kemayoran, Jakarta tadi malam.
Suasana Rakernas I dan HUT ke-47 PDI Perjuangan di JIExpo Kemayoran, Jakarta tadi malam.

“Maka pada pemilihan Wali Kota Surabaya 2020 mendatang, kami yakin masyarakat juga akan terus mendukung kepemimpinan PDI Perjuangan, karena memang sudah terbukti mampu menghadirkan program yang bermanfaat. Baik itu di bidang pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, infrastruktur, pemberdayaan ekonomi keluarga, hingga pengembangan kreativitas anak muda,” pungkas Siti.(red).

Suasana Rakernas I dan HUT ke-47 PDI Perjuangan di JIExpo Kemayoran, Jakarta tadi malam.
Suasana Rakernas I dan HUT ke-47 PDI Perjuangan di JIExpo Kemayoran, Jakarta tadi malam.
1